Ahli Gizi Online

MENGATASI KEGEMUKAN DENGAN MUDAH

Posted on: 17 Juni 2015

Penyusun : Suryanti (Mahasiswa Gizi Alma Ata)

Kejadian obesitas di seluruh dunia selalu meningkat dari tahun ke tahun. Menurut penelitian Malnick dan Kobler tahun 2006, dibandingkan antara tahun 1976-1980 dengan tahun 1999-2000 terdapat peningkatan kejadian overweight dari 46% menjadi 64,5%. Demikian halnya dengan kejadian obesitas yang meningkat dua kali lipat menjadi 30,5%. World Health Organization (WHO) pada tahun 2003 mencatat bahwa sekitar satu milyar penduduk dunia mengalami overweight dan sedikitnya 300 juta menderita obesitas secara klinis. WHO juga memprediksikan bahwa pada tahun 2015, 2,3 milyar orang dewasa akan mengalami overweight dan 700 juta yang mengalami obesitas.

Kejadian obesitas dan overweight di Indonesia sendiri masih tinggi. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2007, kejadian obesitas pada penduduk berusia ≥15 tahun berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah 10,3% (laki-laki 13,9%, perempuan 23,8%). Sedangkan prevalensi overweight pada anak-anak usia 6-14 tahun adalah 9,5% pada laki-laki dan 6,4% pada perempuan menurut Depkes tahun 2009. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya obesitas salah satunya gaya hidup yang kurang menggunakan aktivitas fisik yang berpengaruh terhadap kondisi tubuh seseorang. Sehingga, aktivitas fisik seperti berolahraga sangat penting bagi kesehatan dan pengaturan pola makan untuk mengatasi terjadinya obesitas.

Pengaturan pola makan yang bergizi dan aktivitas fisik saling berhubungan karena merupakan faktor utama yang mempengaruhi kesegaran dan kesehatan jasmani. Olahraga dapat menghasilkan oksigen yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan mempertahankan kesehatan jantung dan komposisi badan yang diinginkan. Keuntungan–keuntungan berolahraga yang bervariasi dengan usia dan keadaan fisiologik diantaranya

  1. Untuk semua keompok usia olahraga berguna untuk mengontrol berat badan dan mendapatkan kesehatan jasmani.
  2. Untuk kelompok anak-anak dan remaja olahraga berguna untuk membentuk kebiasaan berolahraga secara teratur.
  3. Kemudian untuk kelompok dewasa olahraga berguna untuk mengurangi risiko kegemukan, penyakit jantung, hipertensi, diabetes, batu empedu dan osteoporosis. Olahraga pada masa kehamilan kemungkinan dapat mengurangi kesulitan dalam buang air besar (BAB).
  4. Untuk kelompok manula olahraga juga dapat mengurangi risiko tejadinya penyakit, menurunkan kesulitan buang air besar (BAB) dan dapat meningkatkan konsentrasi kontak sosial.

Kegemukan berhubungan dengan kelebihan berat badan daripada berat badan ideal (BBI). Penyebab terjadinya kelebihan berat badan adalah asupan makan lebih besar dibandingkan energi yang diperlukan untuk aktivitas. Untuk mengatasi kegemukan yaitu dengan melakukan olahraga secara teratur selama 30-60 menit dan harus dilakukan 3 sampai 5 hari dalam seminggu. Aktivitas fisik yang dapat dilakukan antara lain olahraga berlari akan membakar sekitar 450 kalori setiap 30 menit, saat bersepeda kalori yang terbakar sekitar 300-400 kalori setiap 30 menit, berenang dapat membakar sampai 360 kalori dalam 30 menit, lompat tali dapat membakar 130 kalori setiap sepuluh menit (atau 780 kalori per jam), senam aerobik dapat membakar sampai 600 kalori selama satu jam menjalani kelas aerobik, olahraga bola basket secara terus menerus akan mengurangi sekitar 288 kalori per 30 menit, olahraga futsal sebesar ±600 kalori telah terbakar untuk satu jam pertandingan, dll sesuai dengan kesukaan jenis olahraga masing-masing. Selain itu hal yang perlu diperhatikan dalam konsumsi makanan untuk mengatasi kegemukan adalah

  1. Mengurangi jumlah porsi makan yaitu dengan mengkonsumsi kalori lebih sedikit dari energi yang diperlukan sesuai kebutuhan energi. Kebutuhan energi dan zat gizi yang ditentukan menurut umur, berat badan, tinggi badan, dan jenis kelamin. Dengan mengurangi asupan energi sekitar 25% dari kebutuhan total energi dapat menurunkan 0,5 – 1 kg BB/minggu. Untuk porsi makanan beseimbang yaitu karbohidrat sebanyak 60-65% dan protein sebanyak 15-20% dari total kebutuhan energi per hari.
  2. Mengurangi makanan yang berlemak seperti gorengan dan fast food karena terdapat kandungan lemak yang berlebihan. Bukan berarti tidak boleh mengkonsumsi tetapi mengurangi karena tubuh tetap membutuhkan lemak sebesar 20% dari kebutuhan energi total.
  3. Banyak konsumsi sayur dan buah-buahan segar khususnya yang berwarna tua seperti sayuran hijau, wortel, mangga, pepaya, jeruk, semangka, dll) karena makanan tersebut mengandung kadar vitamin dan mineral yang tinggi yang berguna untuk metabolisme dalam tubuh artinya membantu proses pemecahan zat-zat gizi di dalam tubuh untuk menghasilkan energi. Selain itu dapat membantu dalam kesulitan buang air besar (BAB) karena memiliki kandungan serat didalamnya.
  4. Mencukupi kadar cairan dalam tubuh dengan mengkonsumsi air sebanyak 2,5 liter/hari untuk mempertahankan keseimbangan cairan tubuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 88,671 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 493 pengikut lainnya

Juni 2015
S S R K J S M
« Apr   Agu »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Komentar Terbaru

hrd di Lowongan Nutritionist WRP Diet…
Andi Musdalifa Tenri… di Lowongan Nutritionist Euromedi…
%d blogger menyukai ini: