Ahli Gizi Online

Mengapa Asupan Karbohidrat Berlebihan dapat menyebabkan Obesitas?

Posted on: 27 Januari 2012

Semakin menjamurnya makanan cepat saji dan semakin canggihnya teknologi maka semakin banyak pula kasus obesitas. Obesitas seperti masalah yang mudah diselesaikan, namun pada kenyataanya kasus obesitas kian bertambah dan bahkan sulit untuk ditangani. Apa sebenarnya yang menyebabkan obesitas sulit untuk ditangani. Salah satunya karena obesitas terkadang dianggap sebagai simbol kemakmuran seseorang. Seseorang yang dianggap makmur berarti  hidup serba enak, dan makan serba enak. Paradigma seperti itulah yang membuat sebagian orang untuk menerapkan hidup sehat. Himpunan Studi Obesitas Indonesia tahun 2004 menemukan, prevalensi obesitas 9,16 persen pada pria dan 11,02 persen perempuan. Obesitas ada pada 41,2 persen pria—lingkar pinggang melebihi 89 cm—dan 53,3 persen wanita, dengan lingkar pinggang lebih dari 79 cm.

Dari segi nutrisi, obesitas dikaitkan dengan berat badan yang tidak proporsional bila dibandingkan dengan tinggi badannya. Namun, obesitas bukan hanya karena berat badan yang meningkat, tetapi adanya kelebihan akumulasi lemak tubuh. Dengan demikian, jika akan menurunkan berat badan, maka kita harus berupaya untuk mengurangi kadar lemak dalam tubuh. Apa yang menyebabkan akumulasi lemak dalam tubuh? Apakah karena kita mengkonsumsi makanan tinggi lemak semata?ternyata akumulasi lemak dalam tubuh juga dapat diakibatkan karena adanya kelebihan asupan karbohidrat. Mengapa demikian?

Fungsi Karbohidrat

Fungsi karbohidrat memang penting untuk tubuh kita karena karbohidrat berguna untuk member makan pada otak kita dan sebagai sumber energi utama. Asupan karbohidrat yang berlebih, tidak akan langsung digunakan oleh tubuh sehingga disimpan dalam bentuk glikogen (satu rangkaian panjang molekul-molekul glukosa yang dihubungkan menjadi satu). Hati dan otot merupakan tempat penyimpanan glikogen. Glikogen yang dapat diakses otak yaitu glikogen yang disimpan dalam hati. Tetapi, kapasitas hati untuk menyimpan karbohidrat mudah habis dalam waktu sepuluh hingga 12 jam. Sehingga untuk mempertahankan cadangan glikogen dalam hati, kita membutuhkan asupan sumbr karbohidrat

Asupan Karbohidrat yang berlebih akan berubah menjadi lemak

Bila asupan karbohidrat berlebih sedangkan kapasitas hati dan otot dalam menyimpan glikogen terbatas, maka karbohidrat akan disimpan dalam bentuk lemak dan akan disimpan dalam jaringan lemak. Sehingga kelebihan karbohidrat berarti kelebihan lemak. Bagaimana karbohidrat bisa berubah menjadi lemak? Asupan karbohidrat yang tinggi akan memicu peningkatan glukosa darah. Untuk menyesuaikan kondisi ini, pancreas mengeluarkan hormone insulin ke dalam aliran darah untuk menurunkan kadar glukosa darah. Yang menjadi masalah adalah insulin merupakan hormone penyimpan yang memiliki fungsi menyimpan kelebihan karbohidrat dalam bentuk lemak untuk membuat cadangan energy. Oleh karena itu, insulin yang dirangsang oleh karbohidrat akan mendorong akumulasi lemak tubuh. Selain mendorong akumulasi lemak tubuh, insulin juga berfungsi untuk tidak mengeluarkan lemak yang tersimpan. Kondisi seperti ini tentu akan membuat seseorang dengan asupan tinggi karbohidrat akan mengalami peningkatan berat badan dan sulit untuk menurunkan berat badan.

**Berbagai Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 88,671 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 493 pengikut lainnya

Januari 2012
S S R K J S M
    Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Komentar Terbaru

hrd di Lowongan Nutritionist WRP Diet…
Andi Musdalifa Tenri… di Lowongan Nutritionist Euromedi…
%d blogger menyukai ini: